PELANTIKAN DIREKTUR RSUD TIDAR KOTA MAGELANG

Berdasarkan SK No. 821.2/81/430 pada tanggal 29 Juli 2020 dr. Adi Pramono Sp.OG (K) telah dilantik menjadi Direktur RSUD Tidar Kota Magelang Kemudian dilanjutkan dengan briefing dengan jajaran Pejabat Struktural, Ka. instalasi, Ka. Ruang dan Ketua Komite di lingkungan RSUD Tidar Kota Magelang.

HATII PAKKEM – Inovasi RSUD Tidar Kota Magelang terhadap Kelangkaan Coverall

Covid-19 merupakan wabah penyakit yang sangat cepat penularannya, termasuk di Kota Magelang. Penularannya diindikasikan melalui transmisi kontak maupun droplet, kondisi ini oleh Pemerintah baik pusat dan daerah bersama dengan stakeholder berupaya keras untuk mencegah meluasnya penularan covid 19 agar korban dapat diminimalisasi. Termasuk apabila telah tertular yang penanganannya melalui fasilitas kesehatan. Fasilitas kesehatan sangatlah penting dalam hal penanganan pasien-pasien yang terinfeksi/tertular covid 19 agar dapat disembuhkan. Karena wabah ini sangat menular, petugas kesehatan dalam pelayanan dan perawatan pasien covid 19 perlu antisipasi dan pencegahan agar tidak tertular saat melakukan tugas. Oleh karena itu diperlukan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan, salah satunya baju/gaun/cover all yang bisa mencegah kontaminasi kotoran/kuman yang kemungkinan ditularkan oleh pasien covid 19. Penyebaran/penularan infeksi sangat cepat maka kebutuhan APD sangat banyak dan tidak sebanding dengan ketersediaan dipasaran/ penyedia.

Kelangkaan Coverall berpotensi terjadi, sebagai langkah antisipatif maka diperlukan inovasi baju pelindung diri agar dapat mengatasi ketersediaan Coverall, dengan Inovasi berjudul Hatii Pakkem (Hazmat dari RSUD Tidar  Inovasi Coverall Pakai Kembali). Inovasi yang diciptakan oleh Agus Sunarko, S.ST ( Kepala Instalasi Central Sterile Supply Deparment (CSSD) RSUD Tidar Magelang) dan diarahkan oleh Septi Milna Soelistiyani, SKM (Plt. Direktur RSU Tidar Magelang), sudah diterapkan di internal RSUD Tidar Kota Magelang.

Sementara itu tujuan Pemakaian Coverall adalah melindungi kulit dan membran mukosa dari resiko pajanan darah, cairan tubuh, sekret, ekskreta, kulit yang tidak utuh dan selaput lendir dari pasien ke petugas dan sebaliknya; 1) Indikasi penggunaan Coverall adalah jika melakukan tindakan yang memungkinkan tubuh atau membran mukosa terkena atau terpercik darah atau cairan tubuh atau kemungkinan pasien terkontaminasi dari petugas; 2) Melepas Coverall segera dilakukan jika tindakan sudah selesai di lakukan; dan 3) Tidak dibenarkan menggantung masker di leher, memakai sarung tangan sambil menulis dan menyentuh permukaan lingkungan.

Keunggulan ide Hatii Pakkem dan spesifikasi bahan sebagai berikut :

  1. Menggunakan double layers dengan layer pertama atau layer luar berupa Apron 100% polyester. Bahan polyester memberikan keamanan bagi tenaga kesehatan karena sifat bahan ini yang kedap air, mampu melindungi petugas dari kemungkinan paparan atau percikandarah atau cairan tubuh, sekresi, ekskresi atau melindungi pasien dari paparan pakaian petugas pada tindakan steril dan tahan panas pada proses sterilisasi (1340C)
  2. Katun 100% didesain pada layer kedua atau layer dalam memberikan kenyamanan karena sifat Katun yang bahan lapisan dalam katun sifat lembut, nyaman, efek dingin dan menyerap keringat.
  3. Mampu bertahan pada sterilisasi 134⁰C (sterilisasi suhu tinggi) dan kedap air untuk lapisan luar karena karakter bahan yang digunakan.
  4. Sifat kain lapisan kedua dari Hatii Pakkem semakin sering disterilisasi akan semakin nyaman digunakan oleh tenaga kesehatan.
  5. Coverall yang ada umumnya Single use, Hatii Pakkem berkarakter reuse sampai 50 kali dan mengurangi limbah Coverall
  6. Secara ekonomis lebih menguntungkan pengguna dan ramah lingkungan.

Hatti Pakkem yang telah mampu menunjukan kepekaan dan kepedulian bersama terhadap ketersediaan Coverall sehingga dapat menjadi salah satu solusi ditengah pandemi Covid-19.

Hatii Pakkem ini sebagai bagian dari respon fasilitas kesehatan yang menambah referensi ketersediaan Coverall yang dapat berpotensi langka di masa yang akan datang. Hatii Pakkem memiliki fungsi APD yang dapat dipakai kembali oleh saudara-saudara kita, para tenaga kesehatan dalam berinteraksi langsung pada saat digunakan di masa Pandemi ini, setelah melalui proses sterilisasi seperti yang telah dibakukan dalam Standar Prosedur Operasional penanganan APD.

Semoga Coverall Hatii Pakkem dapat bermanfaat secara berkelanjutan, menjadi salah satu sumbangan positif RSUD Tidar Magelang dalam menangani Covid-19 dan menjadi referensi Coverall yang bermanfaat untuk pelayanan kesehatan pada umumnya.

Survey Pentahapan New Normal di Gedung Anggrek

Sabtu, 27 Juni 2020 –  Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RSUD Tidar bersama dengan Inovator Kota Magelang, sebagai tindak lanjut dalam audiensi Inovasi Preventif dan Pentahapan New Normal, melaksanakan survey Pentahapan New Normal di Gedung Anggrek RSUD Tidar. Lokasi Survey 7 (tujuh) lantai gedung Anggrek khususnya pada fasilitas cuci tangan yang ada. Fasilitas cuci tangan ini direncanakan menggunakan model otomatis berbasis sensorik yang meminimalisasi sentuhan tangan.

Pelayanan kesehatan di Gedung Anggrek ini menjadi pentahapan pertama New Normal karena mobilisasi masyarakat dalam mengakses kesehatan secara umum dilakukan di Gedung Anggrek ini, sehingga diprioritaskan untuk pentahapan New Normal. Survey dilakukan pada titik-titik akses cuci tangan yang ada, kemudian nantinya akan dibahas secara internal bagaimana intervensi yang perlu dilakukan. Intervensi inovasi dibutuhkan dalam fasilitas ini, namun perlu memperhatikan model, desain, fungsi, pembiayaan dan manfaatnya apakah sesuai dengan kebutuhan New Normal.

Tim PPI memberikan arahan titik-titik yang dibutuhkan dalam rangka pentahapan New Normal pada setiap lantai di Gedung Anggrek ini, “setiap lantai memiliki kuantitas yang berbeda karena peruntukannya berbeda-beda, namun kualitas yang dibutuhkan tetap sama antara lantai satu dan lainnya”, komentar salah satu Tim PPI.” Disamping fasilitas cuci tangan, dibutuhkan pula hand sanitizer yang otomatis karena intensitas paling tinggi terdapat pada hand sanitizer tersebut”, lanjut tim PPI.

Hand sanitizer yang ada saat ini memang masih manual, sehingga pasti selalu ada kontak tangan ketika dipergunakan, namun direncanakan dengan inovasi yang telah disiapkan dapat meniadakan kontak tangan pada hand sanitizer itu. “Hand sanitizer Otomatis sudah siap diimplementasikan karena telah melalui serangkaian uji, sudah digunakan di beberapa tempat di luar Kota Magelang, bahkan volume dan daya semprotnya pun sudah terukur”, komentar Tri, inovator yang ikut survey.

Setelah dilakukan survey, bagian dari pantahapan new normal akan dilakukan perencanaan oleh inovator terhadap kebutuhan titik-titik yang direncanakan akan dipasang, design yang memberikan identitas RSUD Tidar yang berhubungan dengan New Normal dan pembahasan bersama dengan Internal RSUD Tidar dan Tim PPI.***

RSUD Tidar Kota Magelang Menata New Normal dengan Inovasi Lokal

Kamis, 25 Juni 2020 bertempat di ruang rapat Diklat RSUD Tidar Kota Magelang, dilakukan pertemuan dengan agenda pertemuan Persiapan Pentahapan Gedung Anggrek era New Normal. Pertemuan dipimpin langsung oleh Plt. Direktur RSUD Tidar Kota Magelang, Septi Milna Soelistiyani, SKM yang dihadiri para pejabat struktural dan Komite PPI RSUD Tidar Kota Magelang.

Inovasi milik warga Kota Magelang yang dipaparkan dalam pertemuan ini fokus pada Hand Wash dan Hand Wraps yang meminimalisir bahkan meniadakan kontak dengan fasilitas keduanya. Paparan dilakukan oleh Andjar Prasetyo, SE, MSi (Peneliti dari Balitbang Kota Magelang), Patra Agung Wirayudha (Inovator Kota Magelang) dan Salamun Tri Widadi (Inovator Kota Magelang).

Untuk Hand Wash, inovasi yang disampaikan berupa Automatic Wastafel Portable (AWP). AWP adalah perangkat cuci tangan dengan instalasi terdiri dari kerangka, smart box dengan sensor yang telah diprogram menggunakan Arduino, sabun dalam botol ukuran satu liter dan air dalam tempat air yang berukuran 18 liter berkapasitas terukur efisien dan efektif bersifat portable yang digunakan untuk Handrub dan handwash secara otomatis, praktis, tidak menyentuh perangkat apapun yang terpasang dalam AWP.

Terdapat tiga Tingkat inovasi dalam AWP ini, pertama terdapat pada perangkat smart box untuk menggerakan perangkat lain yang terintegrasi dalam proses Handrub dan handwash bagi penggunanya. Proses dilakukan secara otomatis selama 20 detik. Waktu selama 20 detik merupakan standard yang dikeluarkan WHO. Kedua, terdapat pada akurasi sabun cair yang disemprotkan sprayer sebanyak 2 ml dan air yang mengalir melalui kran otomatis sebanyak 300 ml adalah ukuran yang ideal untuk cuci tangan. Ketiga, integrasi perangkat yang terpasang pada AWP, yang terdiri dari Sensor yang disetting pada smart box, Tabung Sabun dan Tabung Air.

Plt. Direktur menyambut dan mengapresiasi inovasi AWP ini karena di era New Normal diperlukan inovasi yang dapat benar-benar mampu memberikan perlindungan sesuai dengan protokol kesehatan.”Tahap awal ini gedung Anggrek yang akan dipersiapkan sebagai sarana kesehatan dengan menggunakan inovasi AWP, namun dilakukan penyesuaian terhadap fasilitas yang telah tersedia saat ini, di samping itu pada fasilitas yang akses mobilisasinya tinggi”, lanjut Plt. Direktur saat melakukan uji produk AWP di parkir Gedung Anggrek.

Sementara itu Tri dan Patra (Inovator AWP), menyampaikan ucapan terima kasih atas apresiasi yang diberikan terhadap inovasi yang selama ini telah digunakan di beberapa tempat di luar Kota Magelang. “Kami akan segera melakukan identifikasi awal terhadap fasilitas yang akan disesuaikan menggunakan inovasi ini, karena pada dasarnya inovasi ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan apabila sudah terdapat fasilitas cuci tangan yang manual.

Harapan Plt. Direktur, RSUD Tidar Kota Magelang mampu menjadi rumah sakit yang memiliki fasilitas  New Normal dengan mengimplementasikan inovasi asli warga Kota Magelang, sesuai dengan protokol kesehatan sehingga mampu memberikan pelayanan yang aman, nyaman dan memuaskan.***

 

Info Terkini

Kabar baik Sobat Mitra Menuju Sehat, alhamdulillahirobbil’alamiin..
8 pasien yang dirawat di RSUD Tidar Kota Magelang, yang terdiri dari 5 PDP dan 3 Pasien terkonfirmasi positif, pada tanggal 4 Juni 2020 dinyatakan Negatif berdasarkan 2 kali pemeriksaan laboratorium dan diperbolehkan pulang/sembuh. Maturnuwun atas dukungan, semangat dan doa Sobat Mitra Menuju Sehat selama ini. Mari bersama-sama kita menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan Pemerintah.

#JagaJarak #GunakanMasker #CuciTanganPakaiSabun

Jangan Takut ke Rumah Sakit

Sobat Mitra Menuju Sehat dalam rangka menciptakan kondisi yang aman dan nyaman bagi seluruh pasien, keluarga pasien, dan juga tenaga kesehatan yang ada di Rumah Sakit, RSUD Tidar Kota Magelang menerapkan Standard Protokol Pencegahan Penularan Covid-19, so ” Jangan Takut ke Rumah Sakit ” kami akan selalu memberikan pelayanan maksimal demi keamanan dan kenyamanan anda. Jangan lupa pake masker, jaga jarak dan lakukan cuci tangan tiap kali tangan anda kotor. Salam sehat selalu 👍

 

Update Donasi Mei 2020

Kami segenap Civitas Hospitalia RSUD Tidar Kota Magelang mengucapkan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya atas bantuan dan dukungannya yang telah diberikan kepada kami guna mendukung dalam menangani wabah coronavirus disease 2019 (COVID-19) di RSUD Tidar Kota Magelang, mohon doa Bapak/Ibu agar Tim Kesehatan RSUD Tidar Kota Magelang selalu diberi kesehatan dan perlindungan sehingga dapat terus memberikan pelayanan terbaik. Semoga Bapak/Ibu mendapatkan pahala dari Tuhan Yang Maha Esa. Aamiin

#dirumahaja #jagakesehatan #tetaptenangjanganpanik

 

Hasil Pemeriksaan Swab Test Covid-19 Pegawai RSUD Tidar Kota Magelang

Alhamdulillahirobbil’alamiin, hasil pemeriksaan NEGATIF.
Hasil pemeriksaan swab test covid-19 kepada pegawai Civitas Hospitalia RSUD Tidar Kota Magelang yang dilakukan oleh Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan Dan Pengendalian Penyakit (BBTKL PP) Yogyakarta dan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga, seluruhnya di nyatakan NEGATIF.
Terima kasih atas doa dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat…….Semoga kami tetap sehat dan bisa memberikan pelayanan terbaik, aamiin.

#tetapdirumahaja #jagakesehatan #tetaptenangjanganpanik