Hatii Pakemnya Suster Mahisa untuk Innovative Government Award 2020

Bertempat di Command Center Pemerintah Kota Magelang, pada Kamis, 5 November 2020 telah dilaksanakan Paparan Walikota Magelang, Bapak Ir. H. Sigit Widyonindito, MT dengan didampingi oleh para Kepala OPD dan Direktur RSUD Tidar Magelang di depan tim penilai Innovative Government Award (IGA) tahun 2020.

RSUD Tidar Kota Magelang  dalam penilaian IGA ini, secara aktif berkontribusi dengan dua inovasi yang selama ini telah diterapkan dan bermanfaat dalam pelayanan kesehatan oleh para tenaga kesehatan, utamanya dalam Pandemi Covid-19,  Hatii Pakkem (Hazmat RSUD Tidar Inovasi Coverall Pakai Kembali) dan Suster Mahisa (Sinar Ultraviolet Sterilisasi Masker Higienis dan Aman).

Pasca penilaian IGA Tahun 2020, Bapak Walikota Magelang, Ir. H. Sigit Widyonindito, MT menyampaikan Ucapan Terima Kasih dan Apresiasi terhadap karya-karya inovasi yang telah dikembangkan oleh RSUD Tidar Kota Magelang, beliau berpesan agar selalu ditingkatkan pelayanan publiknya melalui bidang kesehatan sebagai bentuk nyata dari tanggung jawab dan kinerja RSUD Tidar Kota Magelang. Selanjutnya beliau juga secara khusus menyatakan kebanggaannya atas karya yang telah mampu menunjukan kepekaan terhadap permasalahan yang dihadapi, kebutuhan yang diperlukan, solusi yang dilakukan dan kebaruan inovasi yang berdampak dalam antisipasi perkembangan global utamanya Pandemi Covid-19.

Seperti diketahui Hatii Pakkem merupakan karya inovasi terbaik yang dirilis oleh Kemenpan RB pada gelaran Inovasi Covid-19. Hatii Pakkem yang diciptakan sebelum terjadinya Pandemi Covid-19 ini ternyata mampu memberikan peran yang berarti dalam penggunaan hazmat dengan dampak yang lebih baik dari tenaga medis, kelangkaan APD dan limbah yang dihasilkan.

Sementara itu Suster Mahisa yang memiliki peran dalam proses sterilisasi Masker N-95 agar dapat digunakan kembali telah memberikan peran yang berarti terhadap ketersediaan Masker N-95 yang cukup terbatas di pasaran.

Direktur RSUD Tidar Kota Magelang juga memberikan apresiasi atas pencapaian para karyawan di jajaran RSUD Tidar yang memiliki kepedulian dan kepekaan dalam merespon kondisi yang terjadi secara dinamis ditengah kesibukan pelayanan kesehatan masyarakat Kota Magelang.

PENGALAMAN RSUD TIDAR DALAM MENGAWAL SOTK

Pada hari jumat 23 Oktober 2020 bertempat di ruang transit direktur, dr. Adi Pramono, Sp.OG(K) selaku Direktur RSUD Tidar Kota Magelang menjadi narasumber dalam acara pelatihan menyusun SOTK RSD berdasarkan PP No. 72 tahun 2019 (secara virtual). acara tersebut diikuti oleh ratusan peserta dari RSD se indonesia dengan menggunakan aplikasi zoom dari kantor/tempat tinggal masing-masing peserta.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Adi Pramono, Sp.OG(K) menceritakan pengalaman membahas SOTK RSD di Pemda. RSUD Tidar Kota Magelang dalam hal ini sudah mengawal SOTK dari era tahun 2006 sampai dengan tahun 2020. PERDA NO. 4 Tahun 2020 yang telah ditetapkan oleh DPRD Kota Magelang pada tanggal 11 Agustus 2020 yang merupakan perubahan dari Perda 3 tahun 2016. Sebagai pelaksanaan amanah dari PP no. 72 tahun 2019 bahwa RS adalah sebagai UNIT ORGANISASI BERSIFAT KHUSUS. Yang akan dilanjutkan dengan proses penyusunan Peraturan Walikota sebagai kelengkapan dari Perda tersebut.

Proses Penyusunan PERDA No. 4 Tahun 2020 berawal dari Harmonisasi dengan Tim Perumus Raperda yang hasilnya disampaikan oleh Bagian Hukum kepada Pansus DPRD Kota Magelang. Kemudian hasil koordinasi dari Pansus DPRD dan Bagian Hukum dikonsultasikan ke Biro Organisasi Pemprov Jawa Tengah oleh Bagian Organisasi Pemerintah Kota Magelang.

Hasil Konsultasi Biro Organisasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kemudian ditetapkan oleh DPRD Kota Magelang menjadi PERDA Kota Magelang No. 4 tahun 2020 tentang Perubahan atas PERDA No. 3 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.
Dari pengalaman perjalanan RSUD Tidar mengawal Perda, ada beberapa hal penting yang harus dilakukan :
1. Tim RSUD harus solid dan memahami benar ketentuan dan pasal pasal yang mengatur tentang SOTK (Peraturan Pemerintah).
2. Sharing dan diskusi dengan media sosial terkait SOTK, ARSADA, grup alumni yang sejalan pemikirannya untuk menambah referensi.
3. Cari referensi Perda dari RS lain untuk memperkaya pemahaman.
4. Kontak secara intens dengan Kabag Organisasi dan Kabag Hukum serta pejabat yang langsung menangani Perda SOTK sampai ke Rapat Paripurna Dewan.

SUSTER MAHISA Aktif RSUD Tidar

Sinar Ultraviolet Sterilisasi Masker Higienis dan Aman (SUSTER MAHISA) menjadi salah satu inovasi RSUD Tidar Magelang. Dalam proses penanganan pasien menggunakan Masker N95 sebagai salah satu upaya perlindungan bagi dokter atau perawat di ruang isolasi khusus COVID-19 atau IGD. Dalam satu bulan penggunaan N95 di RSUD Tidar Magelang mencapai sekitar 3.000 unit. Tingginya penggunaan N95 memiliki potensi penurunan persediaan masker N95. Kondisi ini perlu diantisipasi dengan penggunaan kembali N95, dalam upaya penggunaan kembali perlu adanya inovasi alat sterilisasi N95 yang tidak merusak struktur N95 dan memperoleh hasil higienis dan aman. Oleh karena itu, Tim Inovasi RSUD Tidar Magelang menciptakan Sinar Ultra Violet Sterilisasi Masker Higienis Aman (Suster Mahisa) merupakan salah satu inovasi agar N95 dapat digunakan kembali melalui proses iradiasi Ultraviolet.

Suster Mahisa diciptakan oleh tim Inovator RSUD Tidar Magelang pada dasarnya untuk mengantisipasi keterbatasan N95 sebelum terjadi Pandemi Covid-19, dalam rangka Pencegahan dan pengendalian infeksi.

Tujuan Suster Mahisa : Untuk menekan terjadinya infeksi terhadap tenaga kesehatan yang melakukan kontak langsung dengan pasien. Untuk Penggunaan kembali N95 dengan memperhatikan prosedur dan standar baku proses sterilisasi. Untuk antisipasi terjadinya penurunan ketersediaan N95 dan penyesuaian kemampuan penggunaan N95. Untuk memberikan kepastian higienis dan aman terhadap penggunaan kembali N95. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas ekonomis dari pengadaan N95.

dr. Adi Pramono Sp.OG(K), Direktur RSUD Tidar Magelang menyatakan “Good jobs” Apresiasi setinggi-tingginya, saya sampaikan atas nama RSUD Tidar Magelang kepada semua pihak, diantaranya Tim Inovator yang telah menuangkan ide gagasan secara maksimal. Unit-unit kerja di RSUD Tidar Magelang yang telah mendukung sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing baik dari sisi sumber daya manusia, anggaran dan keberlanjutan inovasi ini, sehingga Suster Mahisa mampu menjadi salah satu solusi ketersediaan Masker N95 di RSUD Tidar Magelang.

“Semoga inovasi Suster Mahisa dapat selalu bermanfaat sesuai dengan tujuan yang direncanakan dan mampu menjadi salah satu pemicu, pemacu tumbuh dan munculnya inovasi-inovasi lain di RSUD Tidar Magelang.”

Suster Mahisa berbahan Plat besi, dengan  Daun pintu dengan lampu indikator, Lampu UV 10 watt, Relay on/off, Kabel power, Saklar on/off, Kotak Akrilik dan komponen lain telah digunakan di RSUD Tidar Magelang dengan prioritas pada tempat yang memiliki syarat dalam penanganannya wajib menggunakan N95 meliputi IGD Covid-19, ICU, Dahlia 1, Dahlia 2, Dahlia 3, Dahlia 4, Dahlia 5, IGD Umum, IGD Isolasi, Edelwies, Gladiool dan Poliklinik TBDOT. Penggunaan Suster Mahisa telah dilaksanakan sejak tahun 2019 dan berkembang di tahun 2020 dengan kuantitas yang semakin bertambah, total yang digunakan saat ini mencapai 13 unit Suster Mahisa.

Indikator kepastian proses sterilisasi mampu menghasilkan Masker N95 yang higienis dan aman bagi penggunanya yang dibuktikan dengan hasil Uji Laboratorium tentang hasil proses iradiasi ultraviolet terhadap Masker N95, keamanan dan informatif dari paparan sinar UVC bagi petugas pada saat proses penggunaan Suster Mahisa, desain teknis terhadap penyempurnaan Suster Mahisa yang memberikan kemudahan bagi petugas saat menggunakan Suster Mahisa. Keterbatasan persediaan N95, karena Masker N95 ini sangat dibutuhkan bagi semua tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat dalam menangani pasian utamanya di IGD Covid-19, IGD dan ICU. Terakhir adalah Indikator efisiensi biaya menjadi salah satu indikator bagi Suster Mahisa untuk dapat digunakan.

Inovasi Suster Mahisa, terbukti mampu menekan terjadinya infeksi terhadap tenaga kesehatan yang melakukan kontak langsung dengan menggunakan N95 hasil proses iradiasi ultraviolet. Suster Mahisa mampu menjadi alat yang dapat melakukan proses iradiasi ultraviolet untuk reuse N95 dengan memperhatikan prosedur dan standar baku proses sterilisasi. Suster Mahisa mampu mengantisipasi terjadinya penurunan ketersediaan dan penyesuaian kemampuan penggunaan N95 setelah melalui proses iradiasi ultraviolet selama 2 jam. Suster Mahisa mampu memberikan kepastian higienis dan aman terhadap reuse N95 yang dibuktikan dengan hasil uji laboratorium. Suster Mahisa mampu meningkatkan efisiensi dan efektifitas ekonomis dari pengadaan N95 di RSU D Tidar Magelang mencapai 24,7%.