Covid-19 merupakan wabah penyakit yang sangat cepat penularannya, termasuk di Kota Magelang. Penularannya diindikasikan melalui transmisi kontak maupun droplet, kondisi ini oleh Pemerintah baik pusat dan daerah bersama dengan stakeholder berupaya keras untuk mencegah meluasnya penularan covid 19 agar korban dapat diminimalisasi. Termasuk apabila telah tertular yang penanganannya melalui fasilitas kesehatan. Fasilitas kesehatan sangatlah penting dalam hal penanganan pasien-pasien yang terinfeksi/tertular covid 19 agar dapat disembuhkan. Karena wabah ini sangat menular, petugas kesehatan dalam pelayanan dan perawatan pasien covid 19 perlu antisipasi dan pencegahan agar tidak tertular saat melakukan tugas. Oleh karena itu diperlukan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan, salah satunya baju/gaun/cover all yang bisa mencegah kontaminasi kotoran/kuman yang kemungkinan ditularkan oleh pasien covid 19. Penyebaran/penularan infeksi sangat cepat maka kebutuhan APD sangat banyak dan tidak sebanding dengan ketersediaan dipasaran/ penyedia.

Kelangkaan Coverall berpotensi terjadi, sebagai langkah antisipatif maka diperlukan inovasi baju pelindung diri agar dapat mengatasi ketersediaan Coverall, dengan Inovasi berjudul Hatii Pakkem (Hazmat dari RSUD Tidar  Inovasi Coverall Pakai Kembali). Inovasi yang diciptakan oleh Agus Sunarko, S.ST ( Kepala Instalasi Central Sterile Supply Deparment (CSSD) RSUD Tidar Magelang) dan diarahkan oleh Septi Milna Soelistiyani, SKM (Plt. Direktur RSU Tidar Magelang), sudah diterapkan di internal RSUD Tidar Kota Magelang.

Sementara itu tujuan Pemakaian Coverall adalah melindungi kulit dan membran mukosa dari resiko pajanan darah, cairan tubuh, sekret, ekskreta, kulit yang tidak utuh dan selaput lendir dari pasien ke petugas dan sebaliknya; 1) Indikasi penggunaan Coverall adalah jika melakukan tindakan yang memungkinkan tubuh atau membran mukosa terkena atau terpercik darah atau cairan tubuh atau kemungkinan pasien terkontaminasi dari petugas; 2) Melepas Coverall segera dilakukan jika tindakan sudah selesai di lakukan; dan 3) Tidak dibenarkan menggantung masker di leher, memakai sarung tangan sambil menulis dan menyentuh permukaan lingkungan.

Keunggulan ide Hatii Pakkem dan spesifikasi bahan sebagai berikut :

  1. Menggunakan double layers dengan layer pertama atau layer luar berupa Apron 100% polyester. Bahan polyester memberikan keamanan bagi tenaga kesehatan karena sifat bahan ini yang kedap air, mampu melindungi petugas dari kemungkinan paparan atau percikandarah atau cairan tubuh, sekresi, ekskresi atau melindungi pasien dari paparan pakaian petugas pada tindakan steril dan tahan panas pada proses sterilisasi (1340C)
  2. Katun 100% didesain pada layer kedua atau layer dalam memberikan kenyamanan karena sifat Katun yang bahan lapisan dalam katun sifat lembut, nyaman, efek dingin dan menyerap keringat.
  3. Mampu bertahan pada sterilisasi 134⁰C (sterilisasi suhu tinggi) dan kedap air untuk lapisan luar karena karakter bahan yang digunakan.
  4. Sifat kain lapisan kedua dari Hatii Pakkem semakin sering disterilisasi akan semakin nyaman digunakan oleh tenaga kesehatan.
  5. Coverall yang ada umumnya Single use, Hatii Pakkem berkarakter reuse sampai 50 kali dan mengurangi limbah Coverall
  6. Secara ekonomis lebih menguntungkan pengguna dan ramah lingkungan.

Hatti Pakkem yang telah mampu menunjukan kepekaan dan kepedulian bersama terhadap ketersediaan Coverall sehingga dapat menjadi salah satu solusi ditengah pandemi Covid-19.

Hatii Pakkem ini sebagai bagian dari respon fasilitas kesehatan yang menambah referensi ketersediaan Coverall yang dapat berpotensi langka di masa yang akan datang. Hatii Pakkem memiliki fungsi APD yang dapat dipakai kembali oleh saudara-saudara kita, para tenaga kesehatan dalam berinteraksi langsung pada saat digunakan di masa Pandemi ini, setelah melalui proses sterilisasi seperti yang telah dibakukan dalam Standar Prosedur Operasional penanganan APD.

Semoga Coverall Hatii Pakkem dapat bermanfaat secara berkelanjutan, menjadi salah satu sumbangan positif RSUD Tidar Magelang dalam menangani Covid-19 dan menjadi referensi Coverall yang bermanfaat untuk pelayanan kesehatan pada umumnya.